Mencari Asal Usul


Mempelajari dan mencari akar sesuatu bukanlah hal yang mudah, terlebih membuka sejarah yang sudah terlampau panjang. Banyak perangkat yang harus terlibat. Tidak hanya sejarawan dan budayawan, tetapi juga arkeolog, sosiolog dan ahli geologi berperan penting dalam membongkar sejarah yang panjang. Tulisan ini belum berdasarkan data hasil riset yang valid dari para ahli tersebut. Melainkan hanya dari penuturan secara turun temurun para ahli waris dan penduduk setempat -Saya, Ayah, Ibu, Nenek, Buyut dana beberapa sesepuh kampung Jamuresi
- jadi, dapat dikatakan bahwa apa yang akan dipaparkan di sini adalah paparan sejarah yang bersifat oral naratif bukannya analitif yang menggunakan pendekatan arkeologis, sosiologis dan geologis, dengan harapan semoga di kemudian hari bisa menjadi bahan pemicu untuk mempelajari dan membongkar sejarah kebudayaan telah terlampaui.

Add a comment
Selengkapnya...

Batu Tulis Citapen; Situs Multizaman

--------------------------------

 {loadmodule mod_custom_advanced,Iklan 3}

Kira-kira tahun 1994, saya mendengar dan mulai mengetahui bahwa di desa saya, Sukajaya, ada batu tulis. Batu tulis ini letaknya di dusun Citapen Pasir. Untuk seorang anak SD, jarak antara Jamuresi dan Batu Tulis Citapen lumayan cukup jauh, ditambah tahun-tahun itu kendaraan anak SD yang paling tren hanya sepeda. Akibat kurang nakal, kurang nekat, dan kurang rasa ingin tahu, sampai saya lulus SD saya gagal ke Batu Tulis Citapen. Juga karena terlalu percaya pada mitos-mitos yang ada di masyarakat Sukajaya.

Add a comment
Selengkapnya...

Mencari Identitas

Hakikatnya, setiap tempat memiliki kebudayaan tersendiri. Setiap masyarakat pasti memiliki tatanan hidup bermasyarakat sesuai dengan kebiasaan dan kondisi masing masing-masing. Begitu juga dengan Jamuresi dan sekitarnya yang memiliki tradisi tersendiri dan menyesuaikan dengan zamannya. Menurut sebagian para pakar sosiologi dan antropologi, kebudayaan sebuah masyarakat yang paling benar adalah yang mampu menyesuaikan dengan kebutuhan zamannya. Namun juga tidak kehilangan akar kebudayaan yang masih baik dan memiliki nilai kebaikan untuk kemanusiaan.

Add a comment
Selengkapnya...

GEMBYUNG DALAM KENANGAN

------------------------------

Kesenian Gembyung adalah seni musik yang dikembangkan dari seni musik Terbang yang sudah membumi di pesantren-pesantren di sekitar Cirebon. Gembyung dimainkan dalam upaca-upacara keagamaan dan pesta rakyat lainnya. Di Jamuresi, Gembyung biasanya dimainkan untuk mengiri marhabaan keliling dan sukuran-sukuran lain di rumah-rumah warga.

Add a comment
Selengkapnya...

JAMURESI #2

------------------------

Jamuresi merupakan bagian dari Desa SukajayaKecamatan Rajadesa, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Sebelah selatan Jamuresi dibatasi oleh bukit Hulu Cijambu atau Awijajar-begitu kami menyebutnya. Sebelah utara, Jamuresi dibatasi oleh sungai Cijolang yang juga memisahkan antara Kabupaten Ciamis dengan Kabupaten Kuningan. Di sebelah barat, Jamuresi berbatasan dengan blok Lebak Jero dan Butaijo yang masuk ke dalam wilayah administrasi Dusun Cikamuning yang merupakan bagian dari Desa Tigaherang. Sedangkan di bagian sebelah timur, Jamuresi berbatasan dengan Dusun Bentuk Sari.

Add a comment
Selengkapnya...
Halaman 1 dari 2

Angin Kamajaya

Dzivenx (Irfan FN)

Dream Up