Sayoko, seorang pengusaha chindon yang sudah bangkrut, dan Tatsuro seorang pengangguran yang berperan sebagai bapak rumah tangga, saling berbagi kisah dan lelucon. Akhirnya mereka mengungkapkan alasan-alasan mengapa mereka berpisah yang selama ini mereka pendam. Semua peristiwa itu terjadi di malam natal yang merupakan malam terakhir bagi mereka.

Heart Almond Jelly

 

 

 

Lakon ini merupakan drama realis Jepang tahun 2000. Dan nuansa natal disana lebih bersifat budaya seperti tahun baru dan valentin, bukan peristiwa keagamaan. Naskah ini merupakan karya “Wishing Chong” penerjemah “Teguh Hari Prasetyo dan Yoko Nomura” penyelaras “Gunawan Maryanto”.

Pola akting yang di gunakan adalah naturalis sesuai dengan tuntutan naskah realis. Dan menggunakan pola panggung arena sebagai area pertunjukan. Untuk menerjemahkan isi naskah ke atas pentas, metode yang digunakan adalah perwujudan artistik sebagai vokal poin awal karena aktor harus beradaptasi dengan ruang dan properti. Pentas ini menitik beratkan pada peristiwa-peristiwa psikologis tokoh, baik yang diutarakan mau pun yang terjadi secara metanarasi, yang nampaknya mulai banyak terjadi di Indonesia, tidak hanya di kota-kota besar tapi juga di kota-kota kecil seperti Ciamis.

 

 

Heart Of Almond Jelly

(Wishing Chong; Penerj. Yoko Nomura dan Teguh Hari Prasetyo; Penyelaras Teks Gunawan Maryanto)

Sutradara : Rika Rostika Johara

 

Pemain    : Rika Rostika Johara, Ridwan Hasyimi

 

Produksi : Women In The Zero (WIZ) Project

“Women In the Zero Project” merupakan lembaga independent yang bergerak d bidang kesenian khususnya teater. Yang di gagas oleh Rika Rostika Johara yang bertujuan sebagai sarana penciptaan seni performance yang mengusung isu gender dan feminisme. “Heart of almond jelly” merupakan project pertamanya yang di gelar di Ciamis.

 

Aula Dasa Darma, Gedung Pramuka Ciamis 

Selasa, 14 Februari 2017

Pukul 20.00 WIB

 

 

 

 

 

 

 


Angin Kamajaya

Dzivenx (Irfan FN)

Dream Up